ternyata firasatku hari itu benar.
paginya saya menangisi dia.
saya tidak rela melihat bukunya.
semester ini benar-benar takdir saya untuk tersayat.
berita itu, kabar itu.
membuat saya semakin perhatian.
saya turut berduka.
sangat berduka malahan.
seperti saya ikut kehilangan.
bagian hidupnya adalah bagian hidup saya.
saya amat berduka.
saya sudah tidak tahu harus bagaimana.
yang pasti semua ini semakin semakin dalam.
sudah beribu kali saya bunuh namun tetap saya hidup dan kian betumbuh.
berulang kali saya mencoba iklas.
berulang kali saya gagal.
entahlah,
bagaimana mengakhiri ini dengan bahagia.
segeralah bangkit!
segeralah!